Alasan Tepat Buy Property In Bali

Posted on

Digitalmarketingproperty.com – Investasi di bidang property sangat menjanjikan keuntungan besar. Apalagi property berada  di kawasan Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional. Peningkatan harga bisa terjadi sangat fantastis, termasuk sangat menguntungkan kalau property berupa hunian, tempat akomodasi wisatawan dan lain sebagainya. Potensi property apa yang bisa menjadi pertimbangan buy property in Bali?

Pertumbuhan passive income villa mencapai 20 persen

Property dianggap sebagai instrumen investasi yang menguntungkan dan minim resiko. Investasi ini dikatakan juga bisa menjadi perlindungan dari inflasi yang fluktuatif. Kalau pemilihan property sangat tepat, maka nilainya akan bertambah dengan signifikan. Sehingga bisa memberikan passive income dalam penghasilan investor. Sektor property di Indonesia memang semakin cemerlang, berkat pertumbuhan investasi yang baik.

Beragam jenis property bisa Anda miliki, seperti tanah, rumah hunian pribadi atau apartemen, kios atau ruko dan hotel atau villa komersial. Semua jenis property ini sama-sama mengalami kenaikan nilai aset (capital gain). Tapi besaran passive income yang didapatkan berbeda-beda setiap tahunnya. Tanah bisa menghasilkan pendapatan pasif berkisar 1 persen, sedangkan apartemen dan rumah sekitar 3 hingga 4 persen, serta ruko dan kios sekitar 5 hingga 7 persen. Sedangkan passive income tertinggi terjadi pada hotel atau villa komersial, nilainya mencapai 9 sampai dengan 20 persen.

Alasan memilih Bali sebagai lokasi investasi property

Mengapa memilih membangun atau berinvestasi dengan buy property in Bali? Lokasi ini dirasa sangat tepat, karena perkembangan sektor pariwisata berkembang sangat cepat dan pesat.  Setidaknya ada tiga alasan kenapa Bali sangat cocok untuk investasi property tersebut.

–        Bali merupakan gerbang pariwisata Indonesia. Pulau Dewata terbilang kecil degan luas sekitar 5.600 kilometer persegi saja. Penduduknya sekitar 3,9 juta jiwa dan 80 persennya menggantungkan hidupnya pada dunia pariwisata.

Baca Juga  Villa di Bali Murah Cocok Untuk Investasi Properti yang Aman

–        Bali pernah meraih penghargaan Pulau Terbaik di Dunia dan menempati urutan ke empat.

–        Pembangunan infrastruktur memadai yang berdampak besar pada angka kedatangan turis yang terus meningkat. . Pertumbuhan wisatawan lokal mencapai 16 persen per tahunnya.

Karena angka pertumbuhan wisatawan domestik dan turis asing selalu meningkat setiap tahunnya, maka kebutuhan hotel atau villa sangat besar. Tingkat hunian di semua akomodasi sangat sehat, dengan tingkat okupasi mencapai 80 persen. Dengan begitu masih banyak dibutuhkan hotel berbintang dan juga villa mewah di kawasan Pulau Bali.

Lokasi investasi property yang menguntungkan

Lokasi property sangat penting, karena bisa meningkatkan nilai investasi dan tingkat hunian sebuah villa atau hotel. Lokasi akomodasi yang sangat tepat adalah di Uluwatu yang dekat dengan kawasan pantai indah dan pemandangan sunset yang eksotis, serta pemandangan alam bawah laut yang sangat mempesona. Majestic Water Village bisa menghadirkan tempat akomodasi yang nyaman dan menyenangkan. Gaya arsitektur yang diterapkan sangat inovatif. Membuat keunikan sangat terpancar dan sulit ditemukan di lokasi lainnya.
Pemandangan alam yang sangat indah didukung dengan suasana yang asri, benar-benar menghadirkan  kondisi yang sangat menyenangkan. Anda akan merasakan kedekatan dengan alam, berupa tumbuhan, kicauan burung dan gemericik air yang menenangkan. Konsep bangunan sangat ramah lingkungan dengan tetap menerapkan unsur Feng Shui yang tepat. Property di Bali menjadi pilihan investasi dengan keuntungan mencapai 50 persen dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Baca Juga  Harga Sewa dan Beli Vila di Bali
Gravatar Image
Yusuf Hidayat adalah Founder Digitalmarketingproperty.com. Kekagumannya pada metode pemasaran Digital dimulai sejak 2007 dengan Mendalami Search Engine Optimization (SEO). Sejak 2013 fokus di digital marketing dengan specialisasi : Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Social Media Marketing (SMM)